Don't Show Again Yes, I would!

Persentase Peningkatan Populasi Orangutan di TN Sebangau

Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SK.180/IV-KKH/2015, Balai TN Sebangau merupakan salah satu satuan kerja yang bertanggung jawab pada peningkatan populasi 25 spesies terancam punah di TN Sebangau, salah satunya adalah jenis orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii).

Untuk mengetahui estimasi jumlah populasi orangutan, metode survei orangutan di TN Sebangau menggunakan teknik metode sensus sarang. Teknik sensus sarang dengan transek garis (Line Transect) merupakan metode dasar untuk menghitung densitas dan populasi orangutan (van Schaik et. al. 1995). Penentuan sebaran transek di kawasan TN Sebangau dilakukan secara acak dan sistematis (systematic segmented grid sampling) melalui program Distance 6,0 dan ArcGIS 10,2.

Berdasarkan hasil monitoring dengan panjang keseluruhan transek 17.150 meter dijumpai 105 sarang yang berada di dalam transek pengamatan. Setelah dilakukan penghitungan menggunakan program distance dan rumus kepadatan orangutan didapatkan kepadatan sarang orangutan di lokasi site SSI adalah 204,68 sarang/km² (dengan nilai w = 14,956 meter). Adapun kepadatan orangutan adalah 0,54 individu/km². Jumlah estimasi populasi orangutan di site monitoring SSI setelah di interpolasi dengan luas site 20.000 ha atau 200 km2 adalah 108 individu atau dapat dikatakan 2 (dua) individu dalam 1 (satu) kilometer persegi.

Berbeda dengan Site SSI di Resort Mangkok, di Site Monitoring Orangutan Punggulas Resort Baun Bango berdasarkan monitoring tahun 2014 setelah dilakukan perhitungan ulang menggunakan program distance dengan transek pengamatan 20.000 meter dijumpai 205 sarang. Namun untuk menghindari kesalahan dalam perhitungan menggunkan distance jumlah sarang yang digunakan hanya 198 sarang. Setelah dilakukan perhitungan diketahui kepadatan sarang orangutan di Site Punggualas adalah 472,148 sarang/km2 (dengan nilai w : 10,484 meter). Adapun kepadatan orangutannya adalah 1,252 individu/km². Estimasi populasi orangutan di site monitoring Punggulas setelah di interpolasi dengan luas site 20.000 ha atau 200 km2 adalah 250 individu atau dapat digambarkan 4 (empat) individu dalam 5 (lima) km²atau minimal 1 individu dalam 1 km².
Atas dasar perhitungan estimasi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Site Punggualas lebih preferensial daripada Site SSI. Berbagai faktor dapat mempengaruhui preferensial orangutan baik biotik dan abiotik, namun salah satu yang paling dominan adalah ketersediaan pakan. Selain itu kehadiran orangutan pada suatu habitat dipengaruhi oleh faktor kerapatan tumbuhan pakan tingkat pohon.

Tabel 10. Kemajuan pencapaian target populasi orangutan

No Site Luas (ha) Koordinat Base Line (2012/2014) 2015
1 SSI  (Mangkok) ± 20.000 Lat -2,548 Long 113,24 103 108
2 Sungai Punggualas ± 20.000 Lat -2,089 Long 113, 30 129 250*

– : Analisis di lakukan tahun 2015 dengan software Distance 6,2

Sumber : Data diolah

Dengan estimasi populasi orangutan di site SSI adalah 108 individu, maka mengalami kenaikan 5 (lima) individu dari baseline data tahun sebelumnya (2012) sebanyak 103 individu atau mengalami kenaikan 4,85%. Sedangkan untuk site Punggualas sebenarnya tidak mengalami kenaikan hanya perubahan data setelah dilakukan analisa/perhitungan ulang.

Balai TN Sebangau pada tahun 2013-2015 bekerjasama dengan WWF Indonesia Kalimantan Tengah melakukan review jumlah orangutan di seluruh kawasan TN Sebangau. Berdasarkan hasil survey dengan panjang keseluruhan transek 23.740 meter dijumpai 333 sarang yang berada di dalam transek pengamatan, setelah dilakukan penghitungan menggunakan program distance dan rumus kepadatan orangutan didapat kepadatan sarang orangutan di areal keseluruhan Taman Nasional Sebangau adalah 452 sarang/km² (dengan nilai w= 15,514 meter).  Adapun kepadatan orangutan adalah 1,19 individu/km². Jumlah estimasi populasi orangutan di TN Sebangau setelah di kalkulasi dengan tutupan lahan yang masih merupakan hutan adalah 5826 individu dari 4896 km² luas areal tutupan hutan.

Tabel 11. Estimasi kerapatan dan jumlah populasi di TN Sebangau.

Lokasi Luas (km2) Nest Density Orangutan Density/km2 Jumlah Populasi Orangutan
ND 95%L 95%U DO 95%L 95%U Rataan Min Maks
Survei 2006-2007 4896 5400 6000 9000
Survei 2013-2015 4896 450,07 415 492,28 1,189 1,092 1,295 5826 5346 6364

                                         Keterangan tabel: ND : nest density/kerapatan sarang; DO : Orangutan Density/kerapatan orangutan; L : Lower; U : Upper; Min : Minimum; Maks : Maksimum.  Nilai w 95% U = 16,893 meter; nilai w 95%L=14,247 meter.

Jika dibandingkan dengan jumlah populasi yang di survei pada tahun 2006 maka jumlah populasi orangutan di TN Sebangau mengalami kenaikan 7,8 %.  Jumlah populasi orangutan pada survei 2006 adalah 5400 orangutan, sedangkan jumlah populasi orangutan berdasarkan survei tahun 2015 adalah 5826 orangutan untuk seluruh kawasan TN Sebangau. Kegiatan review jumlah orangutan seluruh kawasan TN Sebangau dilakukan rutin selama lima tahun sekali dengan jumlah transek minimal 20 transek. (Soe)

Share: