Duduk Bersama untuk Pengelolaan Ekowisata di Punggualas

Ir. Anggodo, MM beserta staf dan mitra kerja, WWF Indonesia Kalteng, melakukan pembahasan pengelolaan kegiatan ekowisata di Punggualas wilayah kerja Resort Baun Bango, SPTN Wilayah III, Kamis (2/3/2017). Kepala Balai Taman Nasional Sebangau yang baru saja dilantik pada awal tahun ini menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan permintaan dari WWF dan masyarakat Desa Keruing untuk pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan tinjauan ke lokasi.

“Sebelumnya di Baun Bango telah dibentuk Simpul Ekowisata yang didampingi oleh WWF Kalteng, dan sejauh ini mereka telah menjadi bagian dari pengelolaan ekowisata di panggualas” ungkap beliau.

Simpul ekowisata tersebut merupakan kelompok yang beranggotakan masyarakat desa di sekitar kawasan yang berfokus pada kegiatan wisata. Kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat terkait pengelolaan wisata di punggualas adalah penyedia jasa transportasi, guide (pemandu, -red), dan porter.

Kelompok Simpul ekowisata meminta kepada Balai TN Sebangau agar dapat mengelola secara penuh pariwisata di punggualas melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes), termasuk aset berupa guest house di dalam kawasan yang dibangun oleh WWF. Namun Kepala Balai menegaskan bahwa sarana dan prasarana dalam kawasan sesuai aturan menjadi kewenangan dan milik Negara sehingga tidak mungkin untuk menjadi aset desa. Oleh karena itu, PKS yang ingin disepakati antara Balai TNS dengan masyarakat Simpul Ekowisata belum dapat ditandatangani karena perlu di konsultasikan dengan bagian hukum KSDAE di Pusat.

“kedepannya saya berencana ingin membangun guest house yang lebih besar dari yang sudah ada dengan fasilitas yang lengkap, selain itu pembangunan wooden trail untuk jalur track wisata juga perlu ditambah untuk memudahkan wisatawan pada saat tracking. Gapura dengan tulisan “Selamat Datang di Taman Nasional Sebangau” juga akan saya rencanakan untuk dibangun sebelum memasuki Kawasan Punggualas” paparnya.

Kawasan Punggulas telah dijadikan salah satu destinasi utama di Taman Nasional Sebangau, dengan obyek unggulan satwa langka orangutan. Oleh karenanya kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Punggualas adalah wisata minat khusus berbasis riset.

Pertemuan antara Balai Taman Nasional Sebangau, masyarakat, dan WWF Kalimantan Tengah menghasilkan kesepakatan anatara lain:

  1. PKS antara Balai Taman Nasional Sebangau, WWF Kalimantan Tengah, dan Simpul Ekowisata akan dikonsultasikan ke bagian hukum Sekditjen dan selama proses berlangksung pengelolaan ekowisata Punggualas dapat tetap berjalan;
  2. Jangka panjang akan didorong agar Bumdes dapat memperoleh IUPJWA;
  3. Simpul dan Bumdes agar melengkapi dokumen legalitas dan menyusun proposal sebagai pelengkap PKS ini;
  4. Simpul berperan untuk mengatur penyelenggaraan ekowisata di Punggualas; dan
  5. Simpul berkontribusi dalam melakukan keamanan di kawasan ekowisata Punggualas.

 

Reportase Susana –  Evlap Taman Nasional Sebangau