Widia Wisata Pelajar dari Jambi ke Taman Nasional Sebangau

Palangka Raya (02/08/2017). Taman Nasional Sebangau kedatangan pelajar SMA dari Provinsi Jambi dalam rangka kegiatan widia wisata pada hari Selasa 01 Agustus 2017. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Balai TN Sebangau dengan CV Ant Republic sebagai Even Organizer pelaksana kegiatan. Kunjungan siswa-siswi tersebut merupakan satu kegiatan dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang diselenggarakan oleh kementerian BUMN. Program “BUMN Hadir Untuk Negeri” dengan salah satu kegiatannya adalah “Siswa Mengenal Nusantara” mengajak pelajar SMA berprestasi di Jambi yang terpilih untuk berwisata ke Taman Nasional Sebangau di Provinsi Kalimantan Tengah.

Rangkaian kegiatan widia wisata dimulai dengan briefing kegiatan di Dermaga Kereng Bangikrai, serta penjelasan singkat dari Kepala Resort Sebangau Hulu tentang sejarah dan pengelolaan TN Sebangau. kemudian pelajar yang didampingi oleh Guru dan dipandu oleh staf TN Sebangau dibagi dalam kelompok kecil untuk menaiki kelotok menuju Sungai Koran. Sungai Koran yang berada di wilayah kerja Resort Sebangau Hulu menjadi lokasi kegiatan widia wisata karena aksesnya yang cukup terjangkau hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menuju Sungai Koran dari dermaga. Adapaun kegiatan yang diikuti oleh pelajar adalah wisata susur Sungai Sebangau, belajar tentang gambut, pelestarian hutan, Hidrologi dan penanaman pohon.

Para pelajar dan Guru pendamping sangat antusias ketika mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan potensi hutan gambut TN Sebangau. Dijelaskan oleh penyuluh kehutanan Balai TN Sebangau bahwa hutan gambut di TN Sebangau sebagian telah mengalami kerusakan, hal ini disebabkan kawasan hutan gambut sebangau sebelum ditunjuk menjadi taman nasional merupakan hutan produksi. Selain itu kejadian illegal logging yang pernah marak di era tahun 2000an juga turut menyumbangkan kerusakan hutan, tak luput dari kebakaran hutan yang sering terjadi di kawasan hutan gambut juga menjadi salah satu faktor rusaknya hutan gambut. Meskipun demikian TN Sebangau masih memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi terutama sebagai habitat satwa endemik seperti orangutan dan bekantan, untuk itu sejak tahun 2004 TN Sebangau ditunjuk menjadi taman nasional dengan tujuan utama mengembalikan hutan gambut yang rusak dengan restorasi ekosistem. TN Sebangau saat ini telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan fungsi hutan gambut yang rusak sebagai pengatur hidrologi dan penyimpan karbon. Lebih lanjut lagi dijelaskan mengenai apa saja yang telah dilakukan oleh Balai TN Sebangau dalam kegiatan restorasi, diantaranya adalah penanaman pohon dengan jenis asli, penabatan atau pembuatan sekat kanal, pembinaan habitat dan suksesi alami, perlindungan kawasan serta pencegahan pengendalian kebakaran hutan.

Pelajar pun diajak tracking di plot permanen untuk melihat potensi hutan yang dimiliki TN Sebangau, setidaknya pengunjung dari Pulau Sumatera tersebut merasa puas dapat melihat langsung sarang orangutan, berbagai jenis burung dan satwa lainnya. Mereka pun senang dapat belajar mengenai sekat kanal yang ada di TN Sebangau, belajar mengukur tingkat keasaman dan kelembaban gambut dengan menggunakan alat soil tester. Pada sesi terakhir rombongan melakukan penanaman di area bekas terbakar jenis bibit belangeran. Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menambah wawasan bagi generasi muda untuk lebih mengenal serta mencintai alam dan lingkungannya demi terjaganya kelestarian hutan.

(Sumber : Balai TN Sebangau)