Pembersihan Alur Sungai Punggu Alas, SPTN Wilayah III di Kasongan

Memasuki musim kemarau, kawasan Balai TN Sebangau yang sebagian besar didominasi oleh hutan rawa gambut mengalami penurunan tinggi muka air. Perubahan yang signifikan akibat hal tersebut adalah kondisi sungai-sungai menjadi surut, sehingga akses menuju dalam kawasan menjadi sulit. Salah satu tindakan yang dilakukan oleh BTN Sebangau untuk mengatasi permasalahn tersebut adalah dengan pembersihan alur sungai. Pembersihan alur sungai Punggu Alas menjadi kegiatan prioritas karena Sungai Punggu Alas merupakan satu satunya akses menuju Danau Punggualas dan sekitarnya yang menjadi salah satu tujuan wisata alam di SPTN Wilayah III Kasongan.

Pembersihan Alur Sungai Punggu Alas

Pembersihan Alur Sungai Punggu Alas

Pada tanggal 28 Juli 2018, Resort Baun Bango, SPTN Wilayah III Kasongan bersama dengan anggota simpul wisata, kelompok getek, WWF dan pemerintah Desa Karuing melakukan pembersihan alur sungai Punggu Alas. Adanya kerjasama ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara TN Sebangau, khususnya SPTN Wilayah III Kasongan dengan masyarakat Desa Karuing yang merupakan desa yang paling dekat dengan sungai Punggu Alas dalam menjaga TN Sebangau dan dukungan untuk wisata alam.

Pembersihan Alur Sungai Punggu Alas

Pembersihan Alur Sungai Punggu Alas

Realisasi kegiatan pembersihan alur sungai ini adalah dengan memotong batang kayu yang relative besar menggunakan chain saw, menepikan batang-batang kayu serta menancapkan tongkat-tongkat agar batang-batang kayu tersebut tidak berpindah posisi menuju tengah sungai sehingga bagian tengah menjadi bersih dari batang-batang kayu dan bisa di lalui oleh klotok atau getek. Dengan demikian memudahkan pengunjung yang akan datang ke kawasan Punggu Alas. Kegiatan pembersihan alur sungai bukan merupakan kegiatan yang mudah dan tidak bisa diselesaikan sekaligus dalam satu hari sehingga harus dilakukan secara bertahap. Kedepannya direncanakan pembersihan alur sungai tahap kedua agar Sungai Punggualas benar-benar menjadi bersih dari kayu sehingga kegiatan wisata alam tidak terkendala oleh musim kemarau. (tinuk)